Ad Links

 
 

Sejarah Maluku

:iloveindonesia  Provinsi Maluku dibentuk sejak awal kemerdekaan, tepatnya dua hari setelah pembacaan teks proklamasi Republik Indonesia. Pembentukannya bersamaan dengan enam daerah lainnya, yaitu, Kalimantan, Sunda Kecil, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera. Namun secara resmi, Provinsi Maluku terbentuk 12 tahun kemudian dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 1958.

Seperti suku bangsa Indonesia asli lainnya, penduduk asli Maluku merupakan percampuran antara bangsa Wedoid dan Negroid. Setelah bercampur dengan suku-suku yang datang kemudian, muncul suku-suku baru. Suku yang diketahui sebagai penghuni pertama wilayah ini adalah Suku Alune dan Suku Wemale. Mereka menghuni Pulau Seram, Halmahera, dan Buru. Suku-suku tersebut diduga sebagai nenek moyang dari suku-suku yang ada sekarang, seperti Alifuru, Togifil, dan Furu-aru.

Pada abad ke 7, pelaut-pelaut dari daratan Cina seringlaki mengunjungi Maluku untuk mencari rempah-rempah. Di era kejayaan Sriwijaya sampai abad ke 12, maluku termasuk ke dalam wilayah kekuasaan kerajaan maritim tersebut. Pada awal abad ke 14, Majapahit mengambil alih kekuasaan dan sejak saat itu, perdagangan rempah-rempah Maluku dikuasai oleh orang Jawa. Sedangkan bangsa-bangsa Eropa, seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda, datang ke Maluku mulai abad ke 16.

Pengaruh Islam masuk ke Maluku mulai abad ke 14, dibawa oleh pedagang-pedagang dari Aceh, Malaka, dan Gresik. Pusat-pusat penyebaran agama Islam terletakdi Hitu, Tidore, Ternate, dan Kepulauan Banda. Ketika bangsa Eropa datang, hampir seluruh penduduk Maluku sudah memeluk agama Islam. Setelah masuknya Islam, Maluku mulai mengenal bentuk pemerintaha yang lebih rapi, yaitu, dengan berdirinya kesultanan-kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo.

Pada tahun 1512, Portugis mulai mendarat di Kepulauan Maluku, tepatnya di Pulau Banda dan Pulau Penyu. Bangsa Spanyol datang ke kepulauan ini sembilan tahun kemudian dan mendirikan benteng di Tidore. Selain berdagang rempah-rempah, mereka ternyata menyebarkan agama Kristen.

Persahabatan Portugis dengan Ternate berakhir pada tahun 1530. Ketika itu, para pedagang Eropa merampas hasil-hasil cengkeh milik Raja Ternate, Sultan Hairun. Sejak saat itu, hubungan Ternate dengan Portugis tidak pernah kembali harmonis. Tahun 1570 terjadi pertempuran antara Ternate dengan Portugis yang dimenangkan oleh Ternate. Setelah pertempuran itu, Portugis terpaksa mundur dari Ternate dan pindah ke Ambon dan Tidore.

Pada tahun 1602, VOC berdiri di Maluku. Saat itu, VOC sudah menjadi penguasa tunggal perdagangan rempah-rempah di Maluku. Tahun 1625, VOC mulai menggerakkan sistem pelayaran Hongi, suatu gerakan untuk memberantas penyelundupan rempah-rempah. Selain itu, Belanda juga memberlakukan kerja paksa, tanam paksa, dan bahkan penyerahan paksa. Tindakan Belanda (VOC) ini membuat hubungannya dengan penduduk Maluku yang sebelumnya sudah buruk karena praktek monopoli, menjadi semakin buruk.

Sejak tahun 1800, Inggris mulai menguasai Ternate dan Banda. Namun, penguasaan Inggris ini tidak lama karena menurut konvensi London tahun 1814, Inggris harus menyerahkan kembali daerah jajahannya itu kepada Belanda. Berdasarkan konvensi tersebut, tahun 1817, Belanda mulai mengatur kembali kekuasaannya di Maluku. Pemerintahan kemudian disatukan dalam Gouvernement de Molukken yang berpusat di Ambon.

Kedatangan kembali Belanda disambut dengan perlawanan rakyat di bawah pimpinan Phillip Latumahina, Anthony Rebak, Said Perintah dan Pattimura (Thomas Matulessy), Paulus Tiahahu dan purtinya yang bernama Christina Martha Tiahahu. Perlawanan ini berakhir tanggal 16 Desember 1817. Pattimura dan kawan-kawannya di jatuhi hukuman gantung di Fort Niew Vistoria, Ambon.

Pada awal abad ke 20, mulai tumbuh organisasi-organisasi pergerakan kebangsaan di Maluku. Munculnya organisasi-organisasi ini menandai era baru perjuangan kemerdekaan yang sebelumnya dilakukan melalui gerakan bersenjata. Organisasi yang pertama berdiri adalah Ambonsch Studie Fonds yang berdiri tanggal 24 September 1909 di bawah pimpinan Dr. W.K. Tehupeiory. Setelah itu, tahun 1915, berdiri organisasi Mena Muria yang didirikan oleh A. Pattinasarany. Organisasi-organisasi tersebut bergerak di luar politik.

Organisasi pertama yang secara terang-terangan bergerak di bidang politik adalah Sarekat Ambon. Organisasi ini didirikan oleh Alexander Jacob Patty di Semarang tahun 1920. Sarekat Ambon berhasil mendesak pemerintah kolonial untuk menyetujui pembentukan Ambon Raad tahun 1921. Sarekat Ambon juga menyebarkan ide-ide nasionalisme Indonesia dengan menerbitkan majalah Mena Muria. Pada tahun 1925, Jacob Patty dibuang ke Bengkulu oleh Penguasa Belanda.

Pada era penjajahan Jepang, pemerintahan menjadi bercorak militer. Segala kegiatan rakyat dipusatkan untuk mendukung perang yang sedang dilancarkan Jepang. Kehidupan sehari-hari diawasi secara ketat oleh mata-mata Jepang dan Kempetai (polisi rahasia). Keadaan yang sangat membelenggu rakyat ini berlangsung sampai Jepang menyerah terhadap Sekutu yang disusul dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah merdeka, bangsa Indonesia memulai era baru, yaitu, perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Belanda yang berkeinginan kembali menjajah Indonesia terus melakukan upaya penguasaan, bahkan setelah pengakuan kedaulatan tahun 1949. Mereka mensponsori pembentukan Republik Maluku Selatanb (RMS). Pasukan kolonial Belanda KNIL menyatakan diri sebagai angkatan perang RMS. Sebagai respons atas pemberontakan itu, pemerintah RI melakukan operasi penumpasan pada 14 Juli 1950. Tanggal 8 November 1950, operasi penumpasan berakhir dengan dibebaskannya kota Ambon dari cengkraman kaum pemberontak. Setelah RMS berhasil ditumpas, pemerintah Provinsi Maluku, yang waktu itu di bawah Gubernur Latuharhary mulai bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

:repost:

Tags: , , , , , , , , ,   Posted in sejarah negeri

Pasang Banner HTML Wordpress

Menuju Tkp :tkp    yooooooooooo……….

Hari Ke 4  dari pembuatan blog sederhana ini.. terjadilah Penulisan ini di sela sela  kesibukan,, dunia. kukorbankan waktu untuk akhiratku..  demi kalian semua para sobat negeri ku.. insya’alloh :bingung:

Ya uda langsung aja  :kacau:  langung aja posting ni.. ntar marah..  Untuk sebuah blog atau website  itu ..  kedudukan banner itu terbilang sangatlah penting, karna dengan banner itu lah “perwakilan kita” untuk mengekspresikan atau menyebar profile dari web / blog yg kita punyai..

cukup muda.. cara PEMASANGAN BANNER PADA WORDPRESS sama dengan cara pemasangan Jam atau tanggalan pada postingan sebelumnya…  Berikut caranya :beer:    alhamdulilah…

Pertama buka Widget kamu.. “bila belum tau klik cara masuk ke widged klik icon di samping”  :metabelo:

Buat terlebih dahulu Kode HTML kamu bisa melalui Flikr atau software lainya nah jika sudah jadi  kode HTML.  seperti di bawh ini…

Langsung aja ente Kopikan  Kode  HTML di bawah ini  Ke  Side Bar  di widged Kamu semua…

sudah selesai to..

Pemasangan banner diatas dilakukan dengan mode HTML sehingga harus membuat scrip HTML terlebih dahulu.. untuk   Pemasangan Banner dengan gambar secara langsung…  kesini aja  (…..)

SUDAHKAH ANDA SHOLAT HARI INI klik aja tulisan di sampin :wowcantik

Tags: , , ,   Posted in Trik Wordpress

Sejarah Sulawesi Tengah

:iloveindonesia  Provinsi Sulawesi Tengah dibentuk tahun 1964. Sebelumnya Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah keresidenan di bawah Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara-Tengah. Provinsi yang beribukota di Palu ini terbentuk berdasarkan Undang-undang No. 13/1964.

Seperti di daerah lain di Indonesia, penduduk asli Sulawesi Tengah merupakan percampuran antara bangsa Wedoid dan negroid. Penduduk asli ini kemudian berkembang menjadi suku baru menyusul datangnya bangsa Proto-Melayu tahun 3000 SM dan Deutro-Melayu tahun 300 SM. Keberadaan para penghuni pertama Sulawesi Tengah ini diketahui dari peninggalan sejarah berupa peralatan dari kebudayaan Dongsong (perunggu) dari zaman Megalitikum.

Perkembangan selanjutnya banyak kaum migran yang datang dan menetap di wilayah Sulawesi Tengah. Penduduk baru ini dalam kehidupan kesehariannya bercampur dengan penduduk lama sehingga menghasilkan percampuran kebudayaan antara penghuni lama dan baru. Akhirnya, suku-suku bangsa di Sulawesi Tengah dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu, Palu Toraja, Koro Toraja, dan Poso Toraja.

Pada abad ke 13, di Sulawesi Tengah sudah berdiri beberapa kerajaan seperti Kerajaan Banawa, Kerajaan Tawaeli, Kerajaan Sigi, Kerajaan Bangga, dan Kerajaan Banggai. Pengaruh Islam ke kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah mulai terasa pada abad ke 16. Penyebaran Islam di Sulawesi Tengah ini merupakan hasil dari ekspansi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Pengaruh yang mula-mula datang adalah dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Wajo.

Pengaruh Sulawesi Selatan begitu kuat terhadap Kerajaan-Kerajaan di Sulawesi Tengah, bahkan sampai pada tata pemerintahan. Struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah akhirnya terbagi dua, yaitu, yang berbentuk Pitunggota dan lainnya berbentuk Patanggota.

Pitunggota adalah suatu lembaga legislatif yang terdiri dari tujuh anggota dan diketuai oleh seorang Baligau. Struktur pemerintahan ini mengikuti susunan pemerintahan ala Bone dan terdapat di Kerajaan Banawa dan Kerajaan Sigi. Struktur lainnya, yaitu, Patanggota, merupakan pemerintahan ala Wajo dan dianut oleh Kerajaan Palu dan Kerajaan Tawaeli. Patanggota Tawaeli terdiri dari Mupabomba, Lambara, Mpanau, dan Baiya.

Pangaruh lainnya adalah datang dari Mandar. Kerajaan-kerajaan di Teluk Tomini adalah cikal bakalnya berasal dari Mandar. Pengaruh Mandar lainnya adalag dengan dipakainya istilah raja. Sebelum pengaruh ini masuk, di Teluk Tomini hanya dikenal gelar Olongian atau tuan-tuan tanah yang secara otonom menguasai wilayahnya masing-masing.  Selain pengaruh Mandar, kerajaan-kerajaan di Teluk Tomini juga dipengaruhi  Gorontalo dan Ternate. Hal ini terlihat dalam struktur pemerintahannya yang sedikit banyak mengikuti struktur pemerintahan di Gorontalo dan Ternate tersebut. Struktur pemerintahan tersebut terdiri dari Olongian (kepala negara), Jogugu (perdana menteri), Kapitan Laut (Menteri Pertahanan), Walaapulu (menteri keuangan), Ukum (menteri perhubungan), dan Madinu (menteri penerangan).

Dengan meluasnya pengaruh Sulawesi Selatan, menyebar pula agama Islam. Daerah-daerah yang diwarnai Islam pertama kali adalah daerah pesisir. Pada pertengahan abad ke 16, dua kerajaan, yaitu Buol dan Luwuk telah menerima ajaran Islam. Sejak tahun 1540, Buol telah berbentuk kesultanan dan dipimpin oleh seorang sultan bernama Eato Mohammad Tahir.

Mulai abad ke 17, wilayah Sulawesi Tengah mulai masuk dalam kekuasaan kolonial Belanda. Dengan dalih untuk mengamankan armada kapalnya dari serangan bajak laut, VOC membangun benteng di Parigi dan Lambunu. Pada abad ke 18, meningkatkan tekanannya pada raja-raja di Sulawesi Tengah. Mereka memanggil raja-raja Sulawesi Tengah untuk datang ke Manado dan Gorontalo untuk mengucapkan sumpah setia kepada VOC. Dengan begitu, VOC berarti telah menguasai kerajaan-kerajaan di Sulawesi Tengah tersebut.

Permulaan abad ke 20, dengan diikat suatu perjanjian bernama lang contractkorte verklaring, Belanda telah sepenuhnya menguasai Sulawesi Tengah, terhadap kerajaan yang membangkang, Belanda menumpasnya dengan kekerasan senjata. Pada permulaan abad ke 20 pula mulai muncul pergerakan-pergerakan yang melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda. Selain pergerakan lokal, masuk pula pergerakan-pergerakan yang berpusat di Jawa. Organisasi yang pertama mendirikan cabang di Sulawesi Tengah adalah Syarikat Islam (SI), didirikan di Buol Toli-Toli tahun 1916. Organisasi lainnya yang berkembang di wilayah ini adalah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang cabangnya didirikan di Buol tahun 1928. organisasi lainnya yang membuka cabang di Sulawesi Tengah adalah Muhammadiyah dan PSII. dan

Perlawanan rakyat mencapai puncaknya tanggal 25 Januari 1942. Para pejuang yang dipimpin oleh I.D. Awuy menangkap para tokoh kolonial seperti Controleur Toli-Toli De Hoof, Bestuur Asisten Residen Matata Daeng Masese, dan Controleur Buol de Vries. Dengan tertangkapnya tokoh-tokoh kolonial itu, praktis kekuasaan Belanda telah diakhiri. Tanggal 1 Februari 1942, sang merah putih telah dikibarkan untuk pertama kalinya di angkasa Toli-Toli. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama karena seminggu kemudian pasukan Belanda kembali datang dan melakukan gempuran.

Meskipun telah melakukan gempuran, Belanda tidak sempat berkuasa kembali di Sulawesi Tengah karena pada waktu itu, Jepang mendarat di wilayah itu, tepatnya di Luwuk tanggal 15 Mei 1942. dalam waktu singkat Jepang berhasil menguasai wilayah Sulawesi Tengah. Di era Jepang, kehidupan rakyat semakin tertekan dan sengsara seluruh kegiatan rakyat hanya ditujukan untuk mendukung peperangan Jepang. Keadaan ini berlangsung sampai Jepang menyerah kepada Sekutu dan disusul dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada awal kemerdekaan, Sulawesi tengah merupakan bagian dari provinsi Sulawesi. Sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, pasca kemerdekaan adalah saatnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih. Rongrongan terus datang dari Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Belanda menerapkan politik pecah-belah dimana Indonesia dijadikan negara serikat. Namun akhirnya bangsa Indonesia dapat melewati rongrongan itu dan ada tanggal 17 Agustus 1950 Indonesia kembali menjadi negara kesatuan.

Posted in sejarah negeri

baner usaharakyat mesin-uang